Tampilkan postingan dengan label karbohidrat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karbohidrat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 September 2014

Karbo Baik dan Jahat, Apa Itu ?

Apakah perbedaan pasti antara karbohidrat baik dan karbohidrat jahat? Jawaban singkatnya adalah, “Karbo (karbohidrat) baik adalah segala macam yang baik untuk tubuh, sedangkan karbo jahat bersifat sebaliknya.” Namun, tentunya ada penjelasan lebih dalam dari sekadar kalimat tersebut. Untuk itu, berikut akan kita ulas.


Pada dasarnya, karbohidrat terbagi dua, yaitu karbohidrat sederhana seperti gula dari buah (fruktosa), gula jagung atau anggur (dektrosa atau glukosa) atau gula meja (sukrosa) dan karbohidrat kompleks yang terdiri dari tiga atau lebih jenis gula. Karbohidrat kompleks lebih sehat untuk tubuh karena memerlukan “usaha” lebih untuk mengurainya.

Ada juga sistem baru yang disebut indeks glisemik yang mengklasifikasikan karbohidrat berdasarkan seberapa cepat dan seberapa tinggi karbohidrat tersebut meningkatkan kadar gula dalam darah. Makanan dengan indeks glisemik rendah seperti roti putih menyebabkan naiknya gula darah dengan cepat. 

Sementara itu, makanan dengan indeks glisemik rendah seperti gandum utuh, dicerna lebih lambat, 
menyebabkan gula darah turun.

Menurut Harvard School of Public Health, ada lima saran cepat dalam mengonsumsi karbohidrat:
  1. Mulailah hari dengan biji-bijian. Cobalah sereal panas, seperti gandum kuno, atau sereal dingin dengan topping gandum.
  2. Gunakan roti gandum untuk makan siang atau camilan.
  3. Makanlah nasi cokelat, berry gandum, pasta gandum, atau jenis gandum lainnya untuk makan malam. Jangan konsumsi kentang.
  4. Pilihlah buah utuh dibandingkan jus. Jeruk mengandung serat dua kali lebih banyak dan gula setengah lebih sedikit dibandingkan 350 gram jus jeruk.
  5. Kantungilah kacang-kacangan untuk camilan, karena kacang merupakan sumber karbohidrat yang dicerna secara perlahan dan mengandung banyak protein. 
 (intisari)

Senin, 18 Agustus 2014

Waspada Redam Stress dengan Karbohidrat

Ketika seseorang stres, makanan umumnya menjadi pelampiasan utama. Makanan berkarbohidrat tinggi seperti permen, cake, dan roti seringkali dijadikan pilihan menyenangkan sebagai pelepas stres. Makanan berkarbohidrat tinggi dapat mengurangi stres dalam kadar tertentu. 

Mekanismenya begini. Karbohidrat yang dikonsumsi oleh tubuh dapat memicu aktivitas insulin. Insulin ini berfungsi untuk menangkap asam-asam amino lain selain triptofan. Alhasil asam amino triptopan dapat masuk ke otak yang kemudian diubah menjadi serotonin. Nah, serotonin merupakan neurotransmitter atau pemancar saraf yang bisa memberikan efek ketenangan dan rasa senang pada seseorang. Begitulah, karbohidrat pun mampu menurunkan stres.



Masalahnya, meski bisa menurunkan stres, dalam jumlah tertentu makanan ini memberi dampak peluang obesitas yang tinggi. Makanan yang kaya akan karbohidrat sederhana seperti gula pun dapat menyebabkan seseorang lebih emosional setelah mengonsumsinya dalam jumlah tinggi. Solusi untuk menghindarinya adalah dengan mengonsumsi makanan berkarbohidrat kompleks seperti roti gandum atau sereal yang lebih lama dicerna oleh tubuh dibandingkan dengan karbohidrat sederhana. 

Konsumsi yang berimbang dengan protein pun mampu menurunkan stres dan dampak lainnya dari konsumsi karbohidrat berlebih. Juga untuk menjaga keseimbangan tubuh karena sebagian asam amino yang terserap oleh insulin. Selain itu konsumsi buah-buahan yang kaya akan vitamin C dapat mengurangi defisiensi terhadap vitamin ini yang digunakan untuk pembentukan adrenalin ketika stres. (intisari)

Kamis, 29 Mei 2014

Diet Rendah Karbohidrat Timbulkan Masalah Ginjal dan Kesuburan

Ada banyak macam diet hari ini, mungkin teman-teman pernah dengar diet rendah karbohidrat dan tinggi protein. Diet ini membuat seseorang harus mengurangi asupan makanan berkarbohidrat seperti nasi misalnya dan meningkatkan asupan makanan yang mengandung protein seperti telur. Hasil diet ini memang bagus untuk beberapa wanita, namun ada beberapa laporan yang dianggap sebagai efek samping diet rendah karbohidrat tinggi protein. 



Nah loh hati-hati nih teman. Dilansir oleh mayoclinic.org, penerapan diet rendah karbohidrat tinggi protein tidak berbahaya jika dilakukan dalam kurun waktu singkat, misalnya empat hingga 6 bulan saja. Jika lebih dari itu, maka ada risiko yang akan diterima tubuh. Inilah beberapa di antaranya:
  • Laporan yang ditulis dalam Dailymail menunjukkan bahwa beberapa wanita mengalami rambut rontok yang parah, masalah tulang hingga masalah kesuburan.
  • Beberapa laporan menunjukkan bahwa orang yang melakukan diet rendah karbohidrat dan tinggi protein mengalami masalah kekurangan gizi dan sembelit parah.
  • Beberapa laporan lain menyebutkan bahwa orang-orang yang menerapkan diet tinggi protein dengan mengonsumsi banyak produk susu rendah lemak dan daging merah meningkatkan risiko penyakit jantung.
  • Sedangkan masalah lain yang dilaporkan dari orang yang melakukan diet tinggi protein adalah gangguan fungsi ginjal, Hal ini disebabkan karena ginjal kesulitan melakukan metabolisme protein dan membuangnya dari tubuh.
Karena itu kita sebaiknya jangan asal ikut-ikutan hingga sembarangan  melakukan diet. Konsultasi dulu rencana program diet kita dengan para dokter atau ahli nutrisi di bidangnya. Setiap wanita punya tubuh yang berbeda, kadang diet orang lain berhasil, kadang tidak di yang lain. 

Senin, 21 April 2014

Daftar Karbohidrat Terbaik Penurun Berat Badan

Karbohidrat seringkali dianggap sebagai musuh utama bagi para wanita yang sedang diet dan ingin menurunkan berat badan. Padahal karbohidrat juga dibutuhkan oleh tubuh. Nah, agar asupannya tetap terjaga, apa saja karbohidrat yang tetap aman dikonsumsi pendiet? 

Lyssie Lakatos, RD, seorang ahli nutrisi, merekomendasikan kita untuk mengonsumsi karbohidrat yang tepat untuk bisa tetap langsing. "Konsumsi karbohidrat padat nutrisi setidaknya dengan 2-3 gram serat per 100 kalori, karena tubuh kita memecah serat lebih lambat dan akan membuat Anda kenyang lebih lama," ungkapnya, seperti dikutip dari Shape


Berikut 5 karbohidrat rekomendasi Lakatos: 

Kacang polong 


Sekitar setengah cangkir kacang polong yang direbus mengandung 67 kalori; 12,5 gram karbohidrat; dan 4,5 gram serat. Jumlah ini juga memberikan Anda 12 persen dari asupan harian zinc yang direkomendasikan. Mineral membantu mengurangi rasa lapar dengan meningkatkan kadar leptin, hormon yang memberitahu otak ketika perut sudah cukup penuh. 

Pasta gandum utuh 


Pasta seperti makaroni sebanyak 2 ons mengandung 198 kalori; 43 gram karbohidrat; dan 5 gram serat. Sebuah penelitian di Inggris menunjukkan bahwa asupan tinggi hasil padi-padian, atau sekitar tiga porsi sehari, dikaitkan dengan indeks massa tubuh (IMT) yang lebih rendah dan lemak perut yang lebih sedikit juga. 

Roti gandum 


2 lembar roti gandum mengandung 160 kalori; 30 gram karbohidrat; dan 8 gram serat. Jika Anda menyukai sarapan roti, maka pastikan Anda memilih untuk mengonsumsi roti gandum. Selain mengandung cukup serat dan karbohidrat, roti jenis ini juga mengandung kurang dari 1 gram gula per lembarnya. 

Popcorn 


Sekitar 3 cangkir popcorn mengandung 93 kalori; 19 gram karbohidrat; dan 3,5 gram serat. Popcorn merupakan salah satu jenis camilan yang direkomendasikan daripada keripik atau chips. Menurut sebuah studi diNutrition Journal, popcorn tidak hanya memberi efek kenyang tetapi juga membantu mereka yang sedang menjaga kestabilan berat badan. 

Oatmeal 


Setengah cangkir oatmeal mengandung 153 kalori; 27 gram karbohidrat; dan 4 gram serat. Setengah dari serat dalam oatmeal adalah serat larut, yaitu jenis serat yang larut menjadi zat seperti gel dan berfungsi menunda pengosongan lambung. (detikhealth)