Tampilkan postingan dengan label diet tepat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diet tepat. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 April 2014

Daftar Karbohidrat Terbaik Penurun Berat Badan

Karbohidrat seringkali dianggap sebagai musuh utama bagi para wanita yang sedang diet dan ingin menurunkan berat badan. Padahal karbohidrat juga dibutuhkan oleh tubuh. Nah, agar asupannya tetap terjaga, apa saja karbohidrat yang tetap aman dikonsumsi pendiet? 

Lyssie Lakatos, RD, seorang ahli nutrisi, merekomendasikan kita untuk mengonsumsi karbohidrat yang tepat untuk bisa tetap langsing. "Konsumsi karbohidrat padat nutrisi setidaknya dengan 2-3 gram serat per 100 kalori, karena tubuh kita memecah serat lebih lambat dan akan membuat Anda kenyang lebih lama," ungkapnya, seperti dikutip dari Shape


Berikut 5 karbohidrat rekomendasi Lakatos: 

Kacang polong 


Sekitar setengah cangkir kacang polong yang direbus mengandung 67 kalori; 12,5 gram karbohidrat; dan 4,5 gram serat. Jumlah ini juga memberikan Anda 12 persen dari asupan harian zinc yang direkomendasikan. Mineral membantu mengurangi rasa lapar dengan meningkatkan kadar leptin, hormon yang memberitahu otak ketika perut sudah cukup penuh. 

Pasta gandum utuh 


Pasta seperti makaroni sebanyak 2 ons mengandung 198 kalori; 43 gram karbohidrat; dan 5 gram serat. Sebuah penelitian di Inggris menunjukkan bahwa asupan tinggi hasil padi-padian, atau sekitar tiga porsi sehari, dikaitkan dengan indeks massa tubuh (IMT) yang lebih rendah dan lemak perut yang lebih sedikit juga. 

Roti gandum 


2 lembar roti gandum mengandung 160 kalori; 30 gram karbohidrat; dan 8 gram serat. Jika Anda menyukai sarapan roti, maka pastikan Anda memilih untuk mengonsumsi roti gandum. Selain mengandung cukup serat dan karbohidrat, roti jenis ini juga mengandung kurang dari 1 gram gula per lembarnya. 

Popcorn 


Sekitar 3 cangkir popcorn mengandung 93 kalori; 19 gram karbohidrat; dan 3,5 gram serat. Popcorn merupakan salah satu jenis camilan yang direkomendasikan daripada keripik atau chips. Menurut sebuah studi diNutrition Journal, popcorn tidak hanya memberi efek kenyang tetapi juga membantu mereka yang sedang menjaga kestabilan berat badan. 

Oatmeal 


Setengah cangkir oatmeal mengandung 153 kalori; 27 gram karbohidrat; dan 4 gram serat. Setengah dari serat dalam oatmeal adalah serat larut, yaitu jenis serat yang larut menjadi zat seperti gel dan berfungsi menunda pengosongan lambung. (detikhealth)

Jumat, 18 April 2014

Diet Tepat, Tulang Kuat dan Sehat

Beberapa penemuan terkini seoutar osteoporosis melahirkan program diet yang bisa digunakan untuk mencegah penyakit keropos tulang akibat kekurangan kalsium. 

Sebuah penilitian Tufts University, Boston, menyatakan bahwa diet tinggi karbohidrat dan rendah buah dan sayuran kemungkinan akan membuat tulang lemah. Karena proses pencernaan karbohidrat di dalam perut akan mengubah kondisi perut menjadi asam. 


“Dan lingkungan asam yang tinggi akan melarutkan kalsium dari tulang,” kata Bess Dawson-Hughes, salah seorang peneliti. “Sebaliknya, buah-buahan dan sayuran akan membuat lingkungan yang ramah alkalin untuk tulang.” 

Dalam studinya, Dawson-Hughes mengatakan, suplemen alkalin mengurangi kadar kalsium para sukarelawan sebanyak 20%. Suplemen tersebut saat ini memang belum bisa didapat di pasaran, tetapi kita dapat mendapatan manfaat yang sama dengan mengolah diet yang tepat, katanya. 

Setidaknya 2 porsi sayuran dan buah-buahan harus kita sajikan dalam setiap makan, dan asupan karbohidrat seperti roti dan pasta misalnya tak lebih dari 2x sehari dalam makan. Untuk mempertahankan kekuatan tulang, ganti makanan penghasil asam dengan makanan peningkat alkalin. Gantilah pasta dengan kentang misalnya, minuman ringan dengan jus buah, daging telur dengan tahu, bir dengan wine, kacang dengan kismis. 

Penelitian lain juga membuktikan, 1 dari 3 laki-laki di atas 60 tahun terserang osteoporosis. Dan jika mereka menderita patah tulang, kemungkinan meninggal akan meningkat dibandingkan wanita penderita osteoporosis. 

Sementara itu, riset yang dilakukan Garvan Institute, Sidney, menunjukkan bahwa laki-laki yang menderita kanker prostat menghadapi risiko 50% lebih tinggi mengalami patah tulang. Yang menarik, kata Tuan Nguyen, associate professor yang memimpin studi, “Kepadatan mineral tulang yang tinggi tidak melindungi dari patah tulang.” (readersdigest)