Sabtu, 14 Juni 2014

5 Hal yang harus Diperhatikan Ibu Hamil Ketika Olahraga

Kondisi hamil sebenarnya bukan alasan bagi para wanita untuk malas berolahraga. Apalagi banyak manfaat dari aktif secara fisik bagi kesehatan ibu dan bayi selama kehamilan.



Pada dasarnya, olahraga selama masa kehamilan aman-aman saja, tapi Anda perlu mendiskusikan terlebih dulu dengan dokter atau bidan terkait olaharaga apa yang cocok untuk Anda disesuaikan dengan kebugaran dan kondisi kehamilan.

"Kehamilan yang sehat tanpa komplikasi bisa membuat ibu berolahraga dengan beberapa pembatasan dari segi jenis dan jumlah latihan. Tapi kondisi kehamilan lain bisa membuat ibu sangat dibatasi saat berolahraga atau tidak sama sekali," papar dr Anita Green, dokter kesehatan olahraga dan juru bicara Sports Medicine Australia.

Nah, jika Anda sedang hamil dan ingin tetap berolahraga, sebaiknya perhatikan dulu hal-hal berikut ini seperti dikutip dari ABC Australia

Perhatikan detak jantung 


dr Green mengatakan olahraga terbaik bagi ibu hamil yakni jika dilakukan dengan intensitas sedang. Pasalnya, latihan intens berkepanjangan bisa mengurangi suplai darah ke plasenta.

Untuk mengukur seberapa keras intentitas latihan Anda, dr Green menyarankan jangan berpatokan pada denyut jantung Anda karena denyut jantung akan meningkat selama kehamilan. Tapi, jika merasakan denyut jantung abnormal atau melambat setelah olahraga, segera temui dokter Anda.

"Lebih baik rasakan seberapa keras tubuh Anda bekerja. Sebaiknya tidak berolahraga lebih dari 45 menit dan sesuaikan dengan konsumsi air putih," ujar dr Green.

Hindari overheating 


Saat berolahraga, ibu hamil disarankan untuk menghindari suhu panas. Apalagi jika saat olahraga ibu merasa suhu tubuhnya makin panas. Pasalnya, bagi bayi perempuan, berada dalam suhu panas bisa meningkatkan risiko malformasi janin.

Maka dari itu, dr Green menyarankan sebaiknya ibu hamil berolahraga di cuaca yang teduh, di ruangan AC, atau olahraga di air yang notabene bisa memberi kesejukan pada ibu.

Hindari cedera 


Selama mengandung, tubuh akan memproduksi hormon relaxin yang membuat wanita hamil berada pada risiko cedera sendi seperti keseleo yang lebih tinggi. Untuk meminimalkan risiko cedera sendi, hindari aktivitas dengan jarak tinggi misalnya melompat, sering mengubah arah tubuh, terlalu meregangkan tubuh, terutama di 13 minggu terakhir kehamilan.

"Setelah bulan keempat, coba hindari perubahan posisi yang cepat seperti dari membungkuk lalu berdiri untuk menghindari pusing," ucap dr Green.


Hindari posisi tengkurap 


"Posisi ini tidak dianjurkan setelah kehamilan berusia 13 minggu. Sebab, tengkurap bisa memungkinkan rahim menekan pembuluh darah besar yang bisa mengembalikan darah dari kaki sampai ke jantung. Tekanan ini secara signifikan bisa menurunkan tekanan darah Anda," jelas dr Green.


Hindari jatuh 


Bentuk tubuh selama kehamilan juga memengaruhi keseimbangan Anda dan bisa meningkatkan risiko jatuh. Ini sebabnya mengapa wanita hamil dianjurkan menghindari olahraga seperti ski, berkuda, dan sepatu roda.

dr Green mengingatkan Anda sebaiknya segera berhenti olahraga dan berkonsultasi ke dokter jika mengalami denyut jantung cepat, pusing, sakit kepala, kontraksi uterus, perdarahan vagina, bocor air ketuban, sesak napas berlebih, pingsan, nyeri pinggul dan punggung, serta penurunan gerak janin. (detikhealth)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar